Notification

×

Iklan

Iklan

Pesan Said Aqil: Santri Wajib Melek Teknologi di Era Digital

2025-10-26 | 01:52 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-10-25T18:52:54Z
Ruang Iklan

Pesan Said Aqil: Santri Wajib Melek Teknologi di Era Digital

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi kalangan santri agar tidak tertinggal di era digital yang semakin pesat. Dalam sebuah kesempatan diskusi virtual yang dihadiri ratusan pengelola pesantren dari berbagai daerah, Said Aqil menyerukan para santri untuk proaktif mempelajari dan memanfaatkan berbagai inovasi teknologi. Ia menekankan bahwa teknologi bukan hanya alat bantu, melainkan juga kunci untuk mengembangkan dakwah, ekonomi umat, serta berkontribusi nyata pada kemajuan bangsa.

Menurut Said Aqil, pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk membekali santrinya dengan keterampilan yang relevan dengan zaman. Santri, lanjutnya, tidak boleh hanya terpaku pada kajian kitab kuning semata, melainkan juga harus melek digital dan mampu beradaptasi dengan perubahan. "Dunia terus bergerak maju. Jika santri hanya berdiam diri dan tidak mau belajar teknologi, maka kita akan tertinggal jauh. Dakwah kita tidak akan sampai, ekonomi umat akan sulit bersaing, dan peran kita dalam membangun peradaban akan mengecil," ujarnya.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan, media sosial, e-commerce, hingga pemrograman, dapat menjadi nilai tambah bagi santri dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin. Teknologi dapat menjadi jembatan bagi santri untuk berinteraksi dengan dunia global, mengampanyekan perdamaian, serta menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai permasalahan sosial. Said Aqil juga mendorong pesantren untuk menyediakan fasilitas dan kurikulum yang mendukung pengembangan literasi digital dan keterampilan teknologi bagi para santrinya. Dengan demikian, diharapkan santri tidak hanya menjadi ahli agama, tetapi juga innovator dan penggerak kemajuan di berbagai bidang.