
Krisis iklim global kini bukan lagi sekadar prediksi masa depan, melainkan telah menjadi "realitas hidup" yang mendesak banyak negara. Dr. Arunabha Ghosh, CEO Council on Energy, Environment, and Water (CEEW) dan Utusan Khusus Presidensi COP30 untuk Asia Selatan, menekankan perlunya memperkuat kerja sama global untuk menghadapi perubahan drastis sejak tahun 2015, baik secara meteorologis, politik, maupun sosial. Dalam Global Town Hall 2025, yang dibuka oleh Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal dan diikuti peserta dari 114 negara, disoroti pentingnya aksi dan implementasi konkret dibandingkan sekadar komitmen. Berbagai negara didorong untuk menyatukan taksonomi keuangan berkelanjutan guna menarik modal swasta untuk aksi iklim, khususnya di pasar negara berkembang.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah terus memanas dengan Hamas mengutuk pembakaran Masjid Salfit oleh pemukim Yahudi Israel, menyebutnya sebagai kejahatan keji. Amerika Serikat mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendukung rencana perdamaian Gaza, sementara Rusia menawarkan teks tandingan. Indonesia, melalui Presiden Prabowo, menyatakan Yordania sebagai mitra penting dalam perjuangan perdamaian internasional dan sahabat dekat dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, seiring dengan jamuan kenegaraan untuk Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Negara Jakarta.
Ketegangan geopolitik juga meningkat di Asia Pasifik. Tiongkok telah menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai kemungkinan keterlibatan negaranya jika perang Tiongkok dan Taiwan pecah. Tokyo, sebagai tanggapan, mendesak Beijing untuk mengambil "langkah-langkah yang tepat".
Dalam upaya global memberantas kejahatan, Amerika Serikat meluncurkan Satuan Tugas Pusat Penipuan untuk secara agresif menindak jaringan penipuan dan penipuan transnasional yang difasilitasi kripto, yang banyak berasal dari Asia Tenggara. Konsumen Amerika menderita kerugian lebih dari 12 miliar dolar AS per tahun akibat jaringan kriminal canggih ini. Peringatan Hari Internasional untuk Pencegahan dan Pemberantasan Segala Bentuk Kejahatan Terorganisir Transnasional juga jatuh pada tanggal 15 November, dengan tema tahun 2025 "Ikuti uangnya. Hentikan kejahatan terorganisir", menekankan pelacakan aliran dana ilegal.
Sementara itu, pasar komoditas global menunjukkan gejolak. Harga perak dunia terkoreksi turun pada perdagangan hari ini, mencapai sekitar USD 50,50 per troy ounce. Penurunan ini terutama dipicu oleh menguatnya dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi AS yang mengurangi minat investor terhadap aset logam mulia. Di saat yang sama, harga emas juga menunjukkan kesulitan setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas USD 4.200 per ounce di tengah spekulasi potensi penurunan suku bunga The Federal Reserve bulan depan. Harga emas batangan Antam juga anjlok dari Rp2.398.000 per gram menjadi Rp2.348.000 per gram.