Notification

×

Iklan

Iklan

Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tanggap Darurat Flare Autoimun

2025-11-15 | 23:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-15T16:51:04Z
Ruang Iklan

Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tanggap Darurat Flare Autoimun

Risiko komplikasi serius akibat flare autoimun tidak dapat ditunda, mengingat potensi kerusakan organ vital yang membahayakan jiwa. Menanggapi kebutuhan mendesak ini, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menegaskan kesiagaannya dengan layanan darurat 24 jam yang didukung oleh tim dokter spesialis.

Flare adalah kondisi ketika gejala penyakit autoimun muncul secara tiba-tiba dengan derajat yang berat. Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi, justru keliru menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Kondisi seperti Lupus (Systemic Lupus Erythematosus) sangat rentan terhadap flare yang dapat menyerang berbagai organ seperti kulit, sendi, ginjal, paru, hingga otak.

Penanganan yang cepat dan tepat saat flare autoimun terjadi sangat krusial. Menunda penanganan dapat berujung pada kerusakan organ permanen, kebutuhan dialisis, perawatan intensif, bahkan dapat mengancam nyawa. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Prasna Pramita, Sp.PD, K-AI, MARS, FINASIM, menjelaskan bahwa pemicu flare sangat beragam, meliputi stres fisik atau emosional, paparan sinar matahari, infeksi, kehamilan, konsumsi obat tanpa pengawasan, hingga ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat yang diresepkan.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai gejala flare yang memerlukan penanganan medis segera, seperti demam tinggi tanpa penyebab jelas, nyeri sendi hebat disertai bengkak, ruam kemerahan di wajah atau tubuh, sesak napas, nyeri dada, rasa lelah yang sangat berat hingga sulit beraktivitas, penurunan kesadaran, kejang, serta pembengkakan tubuh akibat gangguan fungsi ginjal.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah meresmikan Mayapada Autoimmune Center Indonesia pada Mei 2023, sebagai pusat layanan autoimun komprehensif pertama di Indonesia. Pusat ini berfokus menangani berbagai jenis penyakit autoimun pada anak-anak maupun dewasa. Fasilitas yang disediakan meliputi panel pemeriksaan laboratorium autoimun yang lengkap (seperti tes ANA IF, ANA Profile, Anti-dsDNA, C3, C4, RF, Anti CCP-IgG), fasilitas radiologi modern (USG Doppler, CT Scan, MRI, pemeriksaan bone mass density/BMD), serta pemeriksaan penunjang lainnya seperti EEG dan EMG. Layanan ini didukung oleh tim dokter multi-spesialisasi yang berkompeten untuk penegakan diagnosis yang cepat dan tepat.

Dalam situasi kegawatdaruratan, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan Layanan Emergency 24 jam dengan dokter spesialis penyakit dalam yang siaga. Penanganan lanjutan pasien autoimun, khususnya lupus, dapat berkoordinasi dengan dokter subspesialis ginjal (nefrologi), muskuloskeletal (reumatologi), dan paru (pulmonologi). Terapi imunosupresif dan steroid dosis tinggi juga tersedia bila diperlukan. Untuk kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor 150990 atau menggunakan fitur emergency call di aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

Penyakit autoimun dikenal sebagai "penyakit seribu wajah" karena lebih dari 100 jenis penyakit digolongkan dalam kategori ini. Meskipun penyebab pastinya belum dapat dipastikan, faktor genetik (25 persen) serta faktor lingkungan dan gaya hidup (75 persen) seperti asupan makanan, pola tidur, stres, polusi, dan infeksi diketahui berkontribusi. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita pada rentang usia produktif 20-50 tahun, terutama yang memiliki riwayat keluarga dengan autoimun. Di Indonesia, prevalensi lupus diperkirakan mencapai 0,5 persen dari total populasi, dengan jumlah penyandang lebih dari 1,3 juta orang. Meskipun sebagian besar penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, gejala dapat diringankan dan flare dapat dicegah melalui penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Kementerian Kesehatan RI juga terus meningkatkan upaya deteksi dini lupus melalui program SALURI (Periksa Lupus Sendiri) yang akan diluncurkan pada tahun 2025, menyasar calon pengantin wanita sebagai langkah awal pencegahan.