
OPPO telah meningkatkan standar pengujian perangkat keras ponsel cerdasnya melalui inisiatif komprehensif terbaru mereka, Apex Guard, yang bertujuan untuk mendefinisikan ulang ekspektasi kualitas pengguna di seluruh lini produk. Diumumkan di pusat penelitian dan pengembangan (R&D) global OPPO, Binhai Bay Campus, Shenzhen, Cina, Apex Guard mencakup peningkatan signifikan pada perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan purna jual.
Setiap ponsel cerdas OPPO menjalani lebih dari 180 pengujian rekayasa kualitas yang ketat sebelum diluncurkan secara komersial, dengan beberapa laporan menyebutkan lebih dari 390 pengujian total sebelum perangkat meninggalkan pabrik. Proses pengujian yang menyeluruh ini melibatkan lebih dari 1,1 juta tindakan yang dilakukan pada setiap model ponsel. Laboratorium Rekayasa Kualitas (QE Lab) dan Laboratorium Perangkat Keras OPPO, termasuk yang berlokasi di Binhai Bay Campus, telah memelopori kategori pengujian baru dan mempertahankan standar yang lebih tinggi dari norma industri. Di Indonesia, pabrik OPPO di Tangerang juga dilengkapi dengan laboratorium kendali mutu yang menjalankan berbagai pengujian.
Pengujian jatuh merupakan salah satu aspek yang paling ditekankan. Standar industri biasanya menetapkan uji jatuh dari ketinggian 0,8 meter, namun OPPO meningkatkan parameter ini menjadi 1 hingga 1,8 meter. Bahkan untuk seri tertentu, pengujian jatuh dilakukan dari ketinggian ekstrem 2,5 meter langsung ke permukaan marmer. Selain itu, uji jatuh mikro dilakukan dari ketinggian 10 sentimeter hingga 14.000 kali untuk ponsel cerdas baru, sementara model yang lebih terjangkau diuji 6.000 hingga 7.000 kali. Pengujian lain termasuk menjatuhkan ponsel di atas amplas untuk memeriksa kerusakan kosmetik dan memutarnya dalam kotak berputar berukuran 1 meter untuk mensimulasikan lebih banyak benturan.
Ketahanan tombol dan port juga diuji secara intensif. Tombol daya dan volume masing-masing diklik 100.000 kali, dengan tombol sidik jari diuji hingga 1 juta kali. Sumber lain menyebutkan 500.000 kali untuk tombol daya dan 150.000 kali untuk tombol volume. Port USB diuji dengan dicolokkan dan dicabut antara 10.000 hingga 20.000 kali, dengan mesin yang mencolokkan kabel dan menggoyangkannya untuk memastikan fungsionalitas pengisian daya dan transfer data tetap normal.
Dalam hal ketahanan lingkungan, perangkat OPPO diuji dalam kondisi ekstrem. Uji suhu kejut (temperature shock test) mengharuskan ponsel bertahan pada suhu serendah -40°C hingga setinggi 75°C selama 14 hari, dengan perubahan suhu setiap jam. Uji kelembaban dilakukan pada kelembaban relatif 95% dan suhu 65°C selama 14 hari untuk memastikan perangkat berfungsi di lingkungan lembab dan tahan terhadap serangan jamur. Uji hujan dan uji semprotan garam juga disimulasikan untuk menguji ketahanan air harian dan kinerja di area pesisir. Perangkat bahkan direndam dalam air setinggi 20 cm selama 30 detik untuk pengujian tahan air.
OPPO juga berinvestasi besar dalam material canggih. Inovasi material mencakup baja berkekuatan ultra-tinggi dan paduan aluminium kelas kedirgantaraan AM04, bersama dengan kaca nanokristal ultra-tipis yang meningkatkan perlindungan jatuh hingga 400%. Engsel baja anti-aus untuk perangkat lipat dirancang untuk bertahan hingga satu juta kali lipatan. Untuk panel belakang berbahan serat kulit, pengujian melibatkan gosokan dengan bantalan yang dibasahi alkohol 5.000 kali, penghapus karet 10.000 kali, dan kain denim 200.000 kali untuk mensimulasikan keausan harian.
Aspek penting lainnya adalah uji penuaan, di mana perangkat disimulasikan untuk penggunaan berkelanjutan selama 48, 60, atau bahkan 72 bulan untuk memastikan kinerja tetap lancar dan responsif setelah bertahun-tahun. Baterai silikon-karbon yang baru dikembangkan diklaim dapat memperpanjang masa pakai sel hingga 400 siklus tambahan.
Dalam upaya memastikan kualitas global, OPPO berkolaborasi dengan organisasi pengujian internasional terkemuka seperti TÜV Rheinland, TÜV SÜD, dan SGS. Tingkat otomatisasi di pabrik-pabrik manufaktur OPPO telah melampaui 95%, memastikan presisi tinggi dalam setiap proses produksi, bahkan dalam pemasangan komponen elektronik yang berukuran sangat kecil.
Apex Guard juga mencakup inovasi perangkat lunak pada ColorOS 16, seperti Luminous Rendering Engine, Unified Animation Architecture untuk Android, Chip-Level Dynamic Frame Sync Technology untuk multitasking yang lebih baik, dan Sensor-Offload untuk mengurangi konsumsi daya saat merekam video 4K 60fps. Hal ini menegaskan komitmen OPPO untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang andal dan konsisten, tidak hanya dari sisi perangkat keras, tetapi juga perangkat lunak.