Notification

×

Iklan

Iklan

Optimalisasi Olahraga Aman Penderita Penyakit Metabolik: Saran Dokter

2025-11-15 | 23:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-15T16:56:34Z
Ruang Iklan

Optimalisasi Olahraga Aman Penderita Penyakit Metabolik: Saran Dokter

Olahraga merupakan "obat" yang sangat efektif dalam mengelola penyakit metabolik seperti diabetes, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia, asalkan dilakukan dengan baik, benar, terukur, dan teratur sesuai kondisi medis. Hal ini diungkapkan oleh dr. Alvin Wiharja, Sp.KO, M.M.R.S, seorang Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga. Olahraga teratur tidak hanya membantu mengendalikan penyakit metabolik, tetapi juga menurunkan berat badan, mengontrol kadar gula darah, menstabilkan tekanan darah, serta meningkatkan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Sebelum memulai program olahraga, pasien penyakit metabolik dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan komprehensif. Pemeriksaan ini meliputi evaluasi kapasitas jantung, kondisi otot, toleransi aktivitas, tes laboratorium, dan analisis komposisi tubuh. Hasil pemeriksaan ini krusial untuk membantu dokter menyusun program latihan yang individual dan sesuai, memastikan pasien dapat beraktivitas fisik dengan lebih aman dan percaya diri.

Jenis dan Intensitas Olahraga yang Direkomendasikan

Secara umum, aktivitas fisik yang dianjurkan untuk pasien dengan sindrom metabolik adalah latihan aerobik dan latihan kekuatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Heart Association (AHA) merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu atau aktivitas fisik intensitas berat minimal 75 menit per minggu. Ini bisa dicapai dengan berolahraga 30 menit per hari, lima kali seminggu. Latihan penguatan otot juga penting dan harus dilakukan setidaknya dua hari atau lebih dalam seminggu, melibatkan kelompok otot utama.

Beberapa jenis olahraga yang aman dan efektif untuk pasien penyakit metabolik meliputi:

Jalan Kaki Cepat: Olahraga low-impact* ini sangat mudah dilakukan dan efektif membakar kalori tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi. Disarankan berjalan cepat selama 30 menit per hari untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan membakar lemak. Bagi penderita obesitas, berjalan kaki adalah awal yang baik untuk membiasakan tubuh bergerak.
* Berenang: Merupakan pilihan olahraga yang sangat baik karena air membantu mengurangi tekanan pada sendi dan tulang, menjadikannya aman bagi penderita obesitas dan individu dengan masalah lutut atau kaki. Renang melatih seluruh tubuh, meningkatkan kekuatan otot, membakar banyak kalori, serta mengurangi nyeri sendi. Bagi penderita diabetes, berenang membantu mengelola kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
* Bersepeda (Statis atau Luar Ruangan): Olahraga kardio ini melatih otot kaki dan paha, meningkatkan daya tahan tubuh, dan kesehatan jantung, tanpa membebani lutut secara berlebihan.
* Senam Aerobik atau Zumba: Berintensitas sedang, senam ini dapat dilakukan untuk membakar kalori. Senam kaki khusus diabetes juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan penyerapan insulin.
* Latihan Kekuatan (Angkat Beban Ringan-Sedang): Membangun massa otot dapat meningkatkan metabolisme karena otot membakar lebih banyak kalori dibandingkan lemak. Latihan ini harus dilakukan 2-3 kali seminggu, dengan intensitas sedang (50-60% dari 1 Repetisi Maksimal) dan dimulai dengan 2 set masing-masing 8 repetisi.
* Yoga dan Tai Chi: Jenis olahraga ini membantu meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan tubuh, mengurangi nyeri sendi, memperbaiki suasana hati, serta bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 untuk mengurangi stres.

Pentingnya Konsultasi Medis dan Nutrisi

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, menekankan bahwa program olahraga bagi pasien metabolik tidak dapat terlepas dari aspek nutrisi. Panduan gizi yang disesuaikan dengan kondisi medis dan aktivitas fisik membantu pasien memperoleh manfaat optimal dari latihan. Dengan kombinasi nutrisi dan olahraga yang seimbang, risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup pasien meningkat.

Tips Keamanan dalam Berolahraga:

1. Pemanasan dan Pendinginan: Selalu lakukan pemanasan selama lima menit sebelum berolahraga dan pendinginan selama lima menit setelahnya.
2. Pantau Gula Darah (untuk Diabetesi): Periksa kadar gula darah sebelum dan sesudah berolahraga. Hindari berolahraga jika kadar gula darah terlalu tinggi (di atas 250 mg/dl) atau terlalu rendah (di bawah 100 mg/dl). Selalu siapkan camilan rendah karbohidrat atau minuman bergula untuk mengatasi hipoglikemia.
3. Hidrasi: Minumlah banyak air sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk mencegah dehidrasi.
4. Dengarkan Tubuh: Mulailah dengan intensitas rendah dan tingkatkan secara bertahap. Hentikan olahraga jika merasakan nyeri mendadak, kelelahan ekstrem, atau tanda-tanda olahraga berlebihan lainnya.
5. Pakaian dan Sepatu yang Tepat: Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu olahraga yang pas, terutama bagi penderita diabetes untuk menghindari luka pada kaki yang dapat memicu infeksi.

Meskipun banyak pasien metabolik merasa ragu untuk berolahraga karena khawatir kondisi mereka memburuk, para dokter menegaskan bahwa aktivitas fisik yang terukur, ritmik, dan konsisten adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi serius.