Notification

×

Iklan

Iklan

Tangani Krisis Gula Darah Anjlok: Mayapada Hospital Siaga Darurat 24 Jam

2025-11-15 | 23:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-15T16:45:37Z
Ruang Iklan

Tangani Krisis Gula Darah Anjlok: Mayapada Hospital Siaga Darurat 24 Jam

Hipoglikemia, atau kondisi gula darah anjlok, merupakan kondisi medis gawat darurat yang seringkali kurang diwaspadai masyarakat, meskipun dampaknya bisa fatal. Berbeda dengan hiperglikemia (gula darah tinggi) yang identik dengan diabetes, hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL, yang dapat memengaruhi fungsi vital tubuh, terutama otak.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herry Nursetiyanto, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menjelaskan bahwa kondisi ini lebih berisiko dialami penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula tertentu, terutama jika dosis tidak tepat, makan terlambat, atau aktivitas fisik terlalu berat. Faktor lain seperti konsumsi alkohol juga dapat memicu hipoglikemia. Meskipun jarang, hipoglikemia juga bisa terjadi pada orang tanpa diabetes karena berbagai sebab seperti produksi insulin berlebihan (misalnya akibat tumor pankreas), gangguan fungsi ginjal atau hati, atau kekurangan nutrisi.

Gejala hipoglikemia dapat muncul secara tiba-tiba dan bervariasi, meliputi lemas, gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, pusing, bibir kesemutan, sulit berkonsentrasi, penglihatan kabur, bicara pelo, merasa lapar, hingga perilaku seperti orang mabuk. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memburuk dengan cepat, menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, kerusakan otak permanen, bahkan kematian.

Pentingnya penanganan cepat dan tepat ditekankan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Haryadi Wijaya, SpPD, FINASIM. Ia menegaskan, hipoglikemia tidak bisa ditangani hanya dengan menunggu, apalagi jika penderita sudah tidak sadar. Pertolongan pertama untuk gejala ringan bisa dengan memberikan glukosa oral, seperti permen manis atau jus. Namun, jika tidak membaik atau gejala memburuk, segera cari bantuan medis.

Menyadari urgensi tersebut, Mayapada Hospital menyediakan layanan Emergency 24 jam yang berstandar internasional dan didukung oleh tim dokter spesialis yang siaga penuh, termasuk dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anestesi yang siap menangani tindakan bedah atau perawatan intensif. Layanan kegawatdaruratan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga telah terakreditasi Joint Commission International (JCI), menjamin standar kualitas penanganan medis.

Selain penanganan darurat, Mayapada Hospital juga memiliki Diabetes Center atau Sugar Clinic yang menawarkan layanan komprehensif untuk deteksi dini, manajemen diabetes terpadu, pencegahan komplikasi, dan panduan gaya hidup sehat. Ini menjadi penting mengingat Indonesia menempati posisi kelima di dunia dengan 19,67 juta pengidap diabetes pada tahun 2021, dengan prediksi peningkatan menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 jika tidak ditangani serius. Komitmen ini menunjukkan upaya Mayapada Hospital dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.