Notification

×

Iklan

Iklan

KAI Klarifikasi Insiden Mogok LRT Jabodebek, Penumpang Jalan Kaki Jadi Sorotan

2025-10-26 | 16:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-10-26T09:10:47Z
Ruang Iklan

KAI Klarifikasi Insiden Mogok LRT Jabodebek, Penumpang Jalan Kaki Jadi Sorotan

Layanan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek mengalami gangguan operasional pada Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 08.41 WIB, menyebabkan ratusan penumpang harus dievakuasi dengan berjalan kaki di jalur layang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa insiden ini disebabkan oleh kendala pada sistem third rail, komponen vital yang berfungsi sebagai penyuplai listrik bagi rangkaian kereta. Gangguan pada suplai listrik ini menyebabkan seluruh perjalanan LRT Jabodebek sempat tidak dapat dioperasikan.

Akibat gangguan tersebut, sebanyak lima rangkaian kereta LRT Jabodebek terpaksa berhenti di petak jalur. Total 653 penumpang yang berada di dalam rangkaian tersebut harus dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan dengan pendampingan petugas KAI melalui walkway menuju stasiun terdekat, antara lain Stasiun Kuningan, Halim, Cawang, Kampung Rambutan, dan Bekasi Barat.

Salah satu penumpang, Aida Fathira (25), menceritakan pengalamannya harus berjalan kaki sekitar 800 meter di sisi rel yang tinggi selama kurang lebih 20 menit menuju stasiun terdekat. Aida, yang berniat menuju Stasiun Harjamukti dari Stasiun Kuningan, mengaku tiba di lokasi pekerjaan terlambat dan bahkan kehilangan pekerjaan sebagai fotografer di acara pernikahan yang seharusnya diliputnya pagi itu. Insiden ini disebut memicu trauma bagi sebagian penumpang.

Mahendro Trang Bawono menegaskan bahwa proses evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 10.06 WIB, dan seluruh 653 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya laporan korban luka. Setelah penanganan gangguan rampung, layanan LRT Jabodebek telah kembali beroperasi normal di seluruh lintas pelayanan.

PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat pengguna LRT Jabodebek. Menanggapi kejadian ini, KAI Divisi LRT Jabodebek menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan prosedur operasional, termasuk aspek kelistrikan, sistem proteksi, serta koordinasi dan komunikasi antar tim. Evaluasi ini bertujuan untuk menyempurnakan keandalan operasional di masa mendatang. KAI juga rutin melaksanakan pelatihan dan simulasi penanganan keadaan darurat untuk memastikan kecepatan tanggap dan kemampuan koordinasi petugas dalam menghadapi situasi darurat. Bagi penumpang yang terdampak, KAI menawarkan pembatalan perjalanan dan pengembalian uang tiket di loket stasiun terdekat.