:strip_icc()/kly-media-production/medias/5365524/original/054763800_1759199598-Wanita_muslim_membaca_buku_di_kasur.jpg)
Setiap orang tua muslim mendambakan memiliki anak yang tidak hanya menjadi penyejuk hati di dunia, tetapi juga penolong di akhirat kelak. Dalam ajaran Islam, keberadaan anak sholeh atau sholehah merupakan karunia agung yang dapat menjadi ladang pahala tak terputus bagi kedua orang tua, bahkan setelah mereka meninggal dunia. Konsep ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang senantiasa mendoakannya.
Anak yang mampu menolong orang tuanya di akhirat adalah mereka yang membawa keberkahan dan syafaat, bahkan mampu mengangkat derajat orang tuanya di surga. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abbas dan Al Hasan RA, keutamaan anak sholeh adalah dapat memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya. Ulama ahli tafsir juga menyatakan bahwa anak sholeh dapat memohon kepada Allah SWT agar orang tuanya dimasukkan ke dalam surga. Allah SWT juga berfirman dalam Surah At-Tur ayat 21 bahwa orang-orang yang beriman beserta anak cucu mereka yang mengikuti dalam keimanan akan dihimpun bersama di surga, bahkan derajat anak-cucu bisa diangkat setara dengan orang tua mereka sebagai penghormatan, tanpa mengurangi pahala amal orang tua sedikit pun.
Berikut adalah sembilan ciri anak yang diharapkan dapat menolong orang tuanya di akhirat:
1. Senantiasa Mendoakan Orang Tua: Doa anak sholeh adalah amalan yang tidak terputus dan sangat diharapkan untuk meringankan beban orang tua di alam kubur hingga mengangkat derajat mereka di surga.
2. Berbakti dan Taat kepada Orang Tua: Sikap hormat, patuh, dan tidak membantah dengan perkataan kasar (birrul walidain) adalah perintah Allah SWT setelah tauhid. Ini mencakup bertutur kata lembut, bersikap sopan, dan membantu dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menjaga Ketaatan dalam Ibadah, Terutama Shalat: Anak yang rajin mendirikan shalat dan ibadah lainnya menunjukkan kesholehan yang berkesinambungan, membawa keberkahan bagi dirinya dan juga orang tuanya.
4. Memiliki Ilmu yang Bermanfaat dan Mengamalkannya: Ilmu agama atau ilmu dunia yang berguna dan diajarkan kepada orang lain akan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir kepada orang tua yang telah mendidiknya.
5. Melakukan Amal Jariyah: Anak yang membiasakan diri bersedekah atau melakukan perbuatan baik yang manfaatnya terus mengalir, dapat menghadiahkan pahalanya kepada orang tua.
6. Memiliki Akhlak Mulia: Anak yang memiliki adab dan perilaku yang baik sesuai tuntunan Islam, akan menjadi cerminan keberhasilan didikan orang tua dan membawa kemuliaan bagi keluarga.
7. Menjaga Silaturahmi dengan Kerabat dan Sahabat Orang Tua: Setelah orang tua wafat, meneruskan jalinan silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman orang tua merupakan bentuk bakti yang mulia.
8. Melunasi Utang atau Janji Orang Tua: Jika orang tua memiliki utang baik finansial maupun janji atau nazar yang belum tertunaikan, anak yang sholeh akan berupaya melunasinya demi kebaikan orang tua di akhirat.
9. Mengamalkan dan Menghafal Al-Qur'an: Anak yang mempelajari, mengamalkan, bahkan menghafal Al-Qur'an memiliki keutamaan besar. Mereka disebutkan dapat memberi syafaat dan bahkan memakaikan mahkota cahaya kepada kedua orang tuanya di akhirat.
Mendidik anak agar memiliki ciri-ciri di atas memerlukan kesabaran, kesungguhan, serta doa tanpa henti dari orang tua. Keteladanan, nasihat yang baik dan lembut, serta doa orang tua adalah "senjata" pamungkas dalam membentuk anak menjadi pribadi sholeh yang kelak menjadi penolong di hadapan Allah SWT.